pkl ku

I.  PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang

Perikanan tangkap merupakan sektor yang menjadi andalan dari bidang perikanan yang diharapkan dapat menjadi prime mover bagi kemajuan perekonomian bangsa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan perikanan tangkap telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan nasional. Potensi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 6,4 juta ton per tahun telah memberikan kontribusi produksi perikanan tangkap sebesar 4,2 juta ton (93 % dari total produksi perikanan nasional) dan kontribusi penyerapan tenaga kerja nelayan sebanyak 3.476.200 jiwa. Secara kumulatif diperhitungkan lebih dari 12,5 juta penduduk Indonesia menggantungkan pencahariannya pada usaha perikanan tangkap (Anonim, 2009).

Wilayah pelabuhan perikanan terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang dipergunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh dan atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Terdapat empat kelas pelabuhan perikanan : 1. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), 2. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), 3. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), 4. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

Letak geografis PPP Bajomulyo terletak di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Akses jalan 90 km dari ibu kota provinsi, 14 km dari ibu kota kabupaten, 1 km dari ibu kota kecamatan. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo secara geografis terletak antara 111o08’30’’ BT dan 6o42’30’’ LS di dengan panjang pantai 60 kilometer serta berada di sisi Barat sungai Juwana sepanjang 1.346 m dengan luas lahan ± 15 Ha. Kondisi tanah lahan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo adalah lumpur berpasir dan kondisi pantai cukup landai dengan indikasi gerakan sedimen di muara sungai dari arah timur menuju ke arah barat.

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati dikelola oleh KUD Sarono Mino. Jarak TPI dari Jalan raya ± 1,5 km. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo terdiri dari 2 unit yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo unit I (Lama) melayani armada < 30 GT (Jaring Cantrang, Pancing Mini Long Line, Pancing Senggol, Jaring Cumi dan nelayan tradisional (Jaring udang, Jaring Rajungan, Jaring Teri, dll ) dan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo unit II (Baru) melayani armada > 30 GT (Jaring Purse Seine).

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo yang terletak di Desa Bajomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati merupakan pengembangan dari PPI Bajomulyo. Penetapan kelas PPP tersebut berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 38 tahun 2008, dimana PPP Bajomulyo adalah salah satu dari sembilan PPP di Jawa Tengah yang merupakan unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo (2008), dengan adanya pelabuhan perikanan pantai di Bajomulyo ini, maka aktivitas perikanan di wilayah Pati diharapkan akan semakin meningkat. Mengingat berbagai kemudahan pelayanan seperti: perijinan berlayar (SIB), surat laik operasi (SLO) dapat diterbitkan oleh Pelabuhan Perikanan Bajomulyo. Dengan catatan kapal-kapal tersebut sudah memiliki surat izin usaha perikanan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI).

Sebagai Pelabuhan Perikanan yang baru, peranan PPP sebagai pusat kegiatan perikanan perlu dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan pelayanan serta sarana dan prasarana yang ada harus memenuhi kriteria teknis Pelabuhan Perikanan agar dapat dimanfaatkan seluruhnya oleh para pelaku kegiatan perikanan. Dalam usaha penangkapan ikan, PPP Bajomulyo harus mempunyai peran yang penting dalam membina perekonomian masyarakat nelayan disekitarnya, sehingga segala faktor pendukung sangat mempengaruhi dalam memajukan unit usaha perikanan tersebut.

Guna memacu pertumbuhan dan perkembangan perikanan serta peningkatan taraf hidup nelayan, pemerintah menyediakan fasilitas yang di butuhkan nelayan dengan di bangunnya pelabuhan perikanan pantai  PPP Bajomulyo  merupakan salah satu daerah pantai utara Jawa Tengah yang khususnya Kabupaten Pati, maka setelah melalui studi yang dilakukan pemerintah setempat dengan dukungan sepenuhnya dari para pemerintah daerah setempat tentunya untuk di lakukan pelayanan Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo.

 

1.2.Perumusan Masalah

Pada dasarnya   permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh setiap daerah dalam pengelolaan SDI banyak memiliki kesamaan dan sampai saat ini belum banyak mendapatkan solusi yang tepat bagi seluruh kepentingan stake holder (pengguna). Kecenderungan ketidakpatuhan terhadap hukum, tekanan ekonomi dan kenaikan BBM mendorong terjadinya konflik kepentingan antara nelayan pengguna alat tangkap tertentu di daerah penangkapan dan dalam musim tertentu pula. Pengelolaan Pelabuhan Perikanan saat ini di PPP Bajomulyo belum dapat dimanfatkan dengan baik atau dengan kata lain belum dapat di optimalkan.

Pemerintah indonesia yang telah mengeluarkan standar pelayanan prima sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 tahun 2003, dan berdasarkan prinsip pelayanan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Negara Nomor 63 tahun 2003 tersebut di atas, selanjutnya di kembangkan 14 (empat belas) unsur yang “relevan”, “valid” dan “reliable” sabagai unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 25 tahun 2004.

Guna meningkatkan produksi di Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Kabupaten Pati, maka perlu adanya perbaikan kualitas pelayanan fasilitas penangkapan ikan di pelabuhan perikanan. Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan, dalam merencanakan peningkatan kualitas pelayanan fasilitas PPP maka perlu adanya pertimbangan mengenai peningkatan operasional pelabuhan perikanan dan revitalisasi pelabuhan perikanan.

 

1.3.   Tujuan

Tujuan dilaksanakannya Praktek Kerja Lapangan ini adalah:

  1. Mengetahui fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo;
  2. Mengetahui sistem pengelolaan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo; dan
  3. Mengetahui rencana pengembangan fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo.

 

1.4.    Manfaat Praktek Kerja Lapangan

Hasil dari Praktek Kerja Lapangan ini diharapkan dapat dijadikan informasi dan memberikan manfaat berupa peningkatan pengelolaan pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Kabupaten Pati Jawa Tengah  bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam rangka perencanaan peningkatan pelayanan dan jasa yang terkait dengan fasilitas dan sarana yang berlaku pada Pelabuhan Pantai Perikanan (PPP) Bajomulyo Pati.

 

1.5.     Waktu dan Tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan pada 17 Febuari 2012 sampai 3 Maret 2012  bertempat di PPP Bajomulyo Jl. Hang Tuah 79 Desa Bajomulyo, Kec. Juwana, Kab. Pati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: