Laporan akustik BBPPI 2012 PSP UNDIP

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.      Gambaran Umum Lokasi Praktikum

            Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) berlokasi di Pelabuhan Tanjung Emas Pos 1 jalan Yos Sudarso Kalibaru Barat, Tanjung Mas, Semarang, dengan keadaan geografisnya di  permukaan yang datar di dataran rendah kota Semarang. Lahan yang digunakan oleh BBPPI adalah lahan PT PELABUHAN INDONESIA III yang menaungi Pelabuhan Tanjung Emas. BBPPI memiliki 3 (tiga) gedung utama, 1 (satu) bengkel, 1 (satu) tempat penyimpanan dan  peragaan alat tangkap, 2 (dua) wisma penginapan, 1 (satu) mesjid, 9 (sembilan) Kapal Latih dan Survei serta 1 (satu) Dermaga yang terletak di depan kantor utama.

         Secara geografis lokasi Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) berada pada koordinat 110°19’45” BT dan 6°55’21” LS, berbatasan langsung dengan :

Sebelah Utara              : Laut Jawa

Sebelah Selatan           : Jagalan

Sebelah Timur             : Tambak Lorok

Sebelah Barat              : Pelabuhan Tanjung Mas

 

4.2.      Deskripsi Kapal dan Alat Bantu Navigasi

Menurut Setiyanto (2005), kapal merupakan suatu bangunan terapung yang berfungsi sebagai wadah, tempat bekerja (working area) dan sarana trasportasi. Sistem permesinan yang ada dalam perkapalan sebagai unit mesin yang dapat menghasilkan suatu tenaga penggerak baik sebagai mesin induk maupun sebagai mesin bantu lainnya, maka dalam perkapalan ada beberapa persyaratan yang wajib diketahui oleh para teknisi yang bergerak pada bidang perkapalan. Berdasarkan pada ketentuan dalam IEC (International Engineering Corporation) publikasi terbitan nomor 92 tahun 1962.

Berdasarkan hasil pengamatan pada saat praktikum Akustik Kepelautan antara lain:

1. Kapal KM. Albakora

          Kapal Albakora merupakan kapal penangkap ikan dengan alat tangkap long line. Alat bantu penangkapan ikan kapal Albakora merupakan jenis kapal multy purpose yaitu menangkap menggunakan beberapa jenis alat tangkap. Alat tangkap yang digunakan antara lain:

a)        Line thrower        :      kecepatan tebar 374-600 m/menit, putaran kerja 793-1000 RPM,

b)        Line hauler          :      kecepatan tarik 196-131 m/menit, putaran kerja 274-183 RPM,

c)        Line arranger      :      kecepatan tarik 272-348 m/menit,

d)       Branch line ace    :      kecepatan tarik 157-174 m/menit, putaran kerja 188-216 RPM, dan

e)        Slow conveyor     :      kecepatan tarik 2 m/menit.

Adapun alat navigasi yang terdapat pada KM Albakora adalah sebagai berikut:

  1. Kompas sejati    :    Alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
  2. Echosounder     :    Alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah air.
  3.  Auto pilot          :    Alat yang berfungsi sebagai pengganti operator dalam menjalankan kapal.
  4.  SONAR           :    Sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya.
  5. RDF                  :    Alat bantu navigasi yang bekerja berdasarkan penerimaan gelombang radio untuk mengetahui arah dan perkiraan jarak pemancar.
  6. GPS                   :    Alat yang digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu.

2. Kapal KM. Trevally

          Kapal Trevally tergolong dalam jenis kapal penangkap ikan multy purpose, yaitu kapal dilengkapi dengan beberapa jenis alat tangkap. Alat bantu penangkapan yang digunakan antara lain:

  1. Purse Seine alat bantu penangkapan yang digunakan adalah purse winch, power block, dan dewi-dewi,
  2. Pancing dasar (bottom long line) alat bantu yang digunakan adalah line hauler; dan
  3. Gill net/Trammel net/jaring millennium alat bantu yang digunakan adalah net hauler

 

 

Adapun alat navigasi yang terdapat pada KM Trevally adalah sebagai berikut:

  1. Kompas sejati    :    Alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
  2.  Fish finder        :    Alat yang digunakan untuk mengetahui informasi keberadaan ikan, topografi bawah laut, dan kedalaman laut.
  3.  SONAR           : Sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya.
  4. GPS                   :    Alat yang digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu.

3. Kapal KM. Baramundi

          Kapal Baramundi merupakan kapal penangkap ikan dengan alat tangkap double trawl. Kapal ini memiliki alat bantu penangkapan antara lain:

  1. Echosounder     :    Alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah air.
  2. Kompas sejati    :    Alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
  3.  Fish finder        :    Alat yang digunakan untuk mengetahui informasi keberadaan ikan, topografi bawah laut, dan kedalaman laut.
  4.  SONAR           : Sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya.
  5. GPS                   :    Alat yang digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu.

 

4.3.      Alat Akustik Kelautan

4.3.1.   Echosounder

 Berdasarkan hasil pengamatan pada saat praktikum Akustik Kepelautan, sesuai dengan namanya echo yang berarti gema dalam bahasa Inggris, alat ini mempunyai prinsip memancarkan bunyi dan kemudian gema-nya atau bunyi pantulannya ditangkap kembali untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah air. Echosounder ini perambatan suaranya secara horisontal, sehingga alat ini dapat lebih melihat secara luas daerah-daerah yang ada disekitarnya secara global.

          Menurut Imron dan Mulyono (2004), Echosounder adalah salah satu alat bantu penangkapan yang menggunakan prinsip pengukuran kedalaman laut berdasarkan pulsa getaran suara. Getaran pulsa-pulsa tersebut dipancarkan dari tranduser kapal secara vertikal ke dasar laut, selanjutnya permukan dasar laut akan memantulkan kembali pulsa-pulsa itu kemudian diterima oleh tranducer kapal. Selang waktu pulsa saat dipancarkan saat kembali ke receiver dapat dihitung, sedangkan kecepatan membuat suara di air dapat dikatakan tetep, sehingga setengah waktu tempuh dikalikan dengan kecepatan suara di air dapat dihitung sebagai kedalaman air.

 

         Komponen Echosounder yang berada di kapal penangkapan terdiri dari:

  1. Transmiter

       Transmiter adalah komponen pembangkit pulsa listrik pada frekuensi tertentu. Pulsa gerbang di buat di dalam komponen pembentuk pulsa dimana panjang dan lama pulsa ditentukan. Pulsa yang dibangkitkan oleh isolator kemudian dikuatkan dalam power amplifier sebelum disalurkan ke transducer.

  1. Transducer

       Transducer adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara kemudian suara tersebut dipancarkan ke dalam laut, juga sebaliknya merubah energi suara menjadi energi listrik, pada saat pantulan berupa gema (echo) diterima. Fungsi lainnya yaitu ntuk menghimpun energi suara yang dipncarkan ke dalam beam (sudut sorotan). Dalam perikanan digunakan transducer nickel dan transducer keramik.

  1. Receiver

       Receiver adalah alat untuk menguatkan sinyal listrik yang lemah dari transducer saat gema (echo) terjadi sebelum dialirkan ke recorder. Penguatan ini dilakukan pada receiver dan jumlah penguatan dapat dibedakan oleh sensivitas (kepekaan) atau volume control.

  1. Recorder

       Recorder berfungsi sebagai alat pencatat yang ditulis ke dalam kertas serta menampilkan pada layar display CRT (Cathoda Ray Tube) berupa sinar osilasi (untuk layar warna) ataupun berupa tampilan sorotan lampu neon (untuk echo sounder tanpa rekaman), selain itu juga dapat berfungsi sebagai pemberi sinyal untuk menguatkan pulsa transmisi dan penahanan awal penerimaan echo pada saat yang sama.

            Cara kerja dari penggunaan Echosounder adalah transmitter memproduksi pulsa-pulsa listrik kemudian disalurkan ke transduser, transduser mengubah pulsa listrik menjadi pulsa suara. Pulsa-pulsa tersebut dipancarkan transducer kapal secara vertical ke dasar laut, selanjutnya permukaan laut akan memantulkan kembali pulsa-pulsa itu. Pulsa-pulsa yang dipantulkan transducer diterima oleh receiver. Receiver menguatkan sinyal listrik yang masih lemah dari transducer kemudian dipancarkan ke recorder. Oleh recorder pulsa-pulsa tersebut dicatat ke dalam kertas serta ditampilkan pada layar display CRT (Cathoda Ray Tube) berupa sinar osilasi ataupun berupa tampilan sorotan lampu neon.

Kelemahan dari echosounder jika semakin dalam laut, gambar yang dihasilkan semakin tidak jelas (tidak terlihat lebih spesifik gambar karang, ikan, kapal karam, dan sebagainya). Contoh ketika echosounder digunakan di akuarium yang berisi ikan, gambar yang dihasilkan lebih jelas, hal ini dipengaruhi oleh laut. Disamping itu mengganggu komunikasi antar hewan laut contohnya paus dan lumba–lumba. Keuntungannya dapat mengukur kedalaman laut yang disertai dengan pemetaan dasar laut, disamping itu digunakan nelayan untuk mengetahui gerombolan ikan, serta dapat mengukur suhu air pada kedalaman tertentu (Parkinson, 1996).

 

 

 

 

4.3.2.      Fish Finder

Fish finder adalah alat elektronik yang terdapat di kapal yang digunakan untuk mengukur kedalaman air laut. Prinsip kerja fish finder sama dengan echo sounder yaitu mengukur kedalaman laut berdasarkan pulsa getaran suara. Getaran pulsa tersebut dipancarkan transducer kapal secara vertikal ke dasar laut, selanjutnya permukaan dasar laut akan memantulkan kembali pulsa tersebut, kemudian diterima oleh transducer kapal (Supriyono, 2000).

Menurut Akmal (1975), selang waktu pulsa saat dipancarkan sampai kembali ke receiver dapat dihitung, sedangkan kecepatan suara di air dapat dikatakan tetap, maka setengah waktu tempuh dikalikan dengan kecepatan suara di air dapat dihitung kedalaman air.

            Adapun bagian-bagian dari alat fish finder dapat dilihat pada uraian di bawah ini:

  1.  Transmiter

Komponen pembangkit pulsa listrik pada frekuensi tertentu. Pulsa gerbang dibuat dalam komponen pembentuk pulsa dimana panjang dan lama pulsa ditentukan. Pulsa yang dibangkitkan oleh osilator kemudian dikuatkan dalam power amplifier sebelum disalurkan pada transducer.

  1. Transducer

Tranducer adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara kemudian suara tersebut dipancarkan ke dalam laut, juga sebaliknya merubah energi suara menjadi energi listrik, pada saat pantulan berupa gema diterima. Fungsi lainnya yaitu untuk menghimpun energi suara yang dipancarkan ke dalam beam (sudut sorotan), dalam perikanan digunakan transducer nickel dan transducer keramik.

  1. Receiver

     Alat untuk menguatkan sinyal listrik yang masih lemah dari transducer saat gema terjadi sebelum dialirkan dalam recorder. Penguatan ini dilakukan pada receiver dan jumlah penguatan dapat dibedakan oleh sensitifitas (kepekaan) atau volume control.

  1. Recorder

      Berfungsi sebagai alat pencatat yang ditulis kedalam kertas serta menampilkannya pada layar display CRT (Cathoda Ray Tube) berupa sinar osilasi (untuk layar warna) ataupun berupa tampilan sorotan lampu neon (untuk echo sounder tanpa rekaman), selain itu juga dapat berfungsi sebagai sinyal untuk menguatkan pulsa transmisi dan penahanan awal penerimaan echo pada saat yang sama.

          Untuk mengoperasikan fish finder, perlu mengetahui fungsi dari berbagi tombol yang tersedia pada display unit. Berbagai merk pabrikan fish finder yang mempunyai versi sendiri-sendiri, namun secara garis besar fungsinya hampir sama. Macam dan fungsi tombol-tombol tersebut, antara lain:

  • Power On – Off, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan fish finder.
  • Gain, berfungsi untuk mengatur kepekaan gambar pada recorder
  • White Line, tombol ini berfungsi untuk memperjelas garis dasar peraian serta untuk membedakan antara garis dasar perairan dengan benda-benda yang berada didekat dasar perairan seperti ikan atau udang.
  • Depth Range, untuk mengatur range kedalaman yang akan dideteksi
  • Phase Range, tombol untuk memilih  tingkatan jarak atau lapisan kedalaman, dimana setiap lapisan kedalaman disesuaikan dengan  jumlah kelompok jarak kedalaman.
  • Paper speed, untuk mengatur kecepatan kertas perekam. Biasanya ada pilihan lambat, sedang dan cepat.

            Ada beberapa keuntungan dari penggunaan fish finder ini untuk pendugaan stok ikan, antara lain :

  • Waktu yang diperlukan untuk survei pendugaan stok relatif lebih singkat dan cepat.
  • Area Survey yang dapat diliput, cakupannya lebih luas.
  • Keluaran atau hasil survei lebih variatif
  • Akurasi hasil survei lebih baik disbanding dengan metoda lain.

Disamping kelebihan – kelebihannya, penggunaan metoda fish finder ada kelemahannya pula, antara lain :

  • Perangkat keras fish finder untuk yang canggih harganya relatif mahal.
  • Masih langkanya ketersediaan suku cadang, andaikata ada hanya terdapat dikota-kota besar.
  • Masih sedikitnya sumberdaya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengoperasikan, merawat dan memperbaiki peralatan fish finder.

4.3.3.   Sonar

            Sonar (Sound Navigation Ranging) adalah suatu alat yang dikembangkan untuk mendeteksi obyek di bawah air. Alat sonar paling sederhana mengirimkan getaran bunyi dari sebuah transduser, dan kemudian mengukur dengan tepat waktu yang diperlukan getaran bunyi tadi untuk kembali / memantul ke transduser. Jarak obyek dapat dihitung dengan perbedaan waktu dan cepat rambat bunyi di air

a. Komponen sonar

     Susunan kompnen sonar sama dengan fish finder, yaitu terdiri dari: transmitter, transducer, receiver dan recorder.

  • Transmitter

     Transmitter seperti halnya pada fish finder adalah mengirimkan pulsa listrik ke transducer, namun sebelum sampai di transducer, pulsa listrik tadi diperkuat terlebih dahulu dari hanya beberapa watt(W) menjadi ribuan Watt (Kw).

  • Transducer

       Alat ini berfungsi menerima pulsa listrik dari transducer, kemudian memperkuat terlebih dahulu, kemudian  mengubahnya menjadi pulsa suara, dan selanjutnya memancarkannya kedalam media air laut secara horizontal maupun vertikal dan menerima kembali sinyal pantulan tadi serta mengubah kembali menjadi pulsa listrik dan mengirimkan ke receiver.

  • Receiver

       Receiver berfungsi untuk memperkuat energi pulsa listrik yang lemah dari transducer menjadi kira-kira satu juta kali yang kemudian siap diproses dan diteruskan ke recorder.

  • Recorder

       Recorder berfungsi menggambarkan informasi pulsa listrik pada layar PPI  (pada sonar konvensional), sedangkan gambaran  target pada  omni sonar  dapat dilihat seperti pada contoh dibawah ini.

 

b. Cara Pengoperasian

       Dalam pengoperasian, seperti hal peralatan bantu lainnya sonar dilengkapi dengan beberapa tombol, antara lain:

  • Mainr switch.

       Fungsi  tombol ini adalah untuk menghidupkan atau mematikan semua komponen sonar. Pada  mainswitch ini terdapat 4 tombol,yaitu : Power, Up, Mid dan Down. Power; Tombol untuk menghidupkan perangkat sonar. Up; Pada posisi ini transducer pada posisi diatas, atau didalam tabung pelindung pada lambung bawah kapal. Disamping itu tombol ini berfungsi untuk menaikkan transducer keatas. Middle; Menaikkan dan menurunkan transducer pada posisi separuh. Down; Menurunkan transducer pada posisi terbawah.

  • Target marker

       Dengan menekan tombol+0l ini maka pada layar monitor akan muncul tanda segitiga sebagai simbol target ikan.

  • Own Ship Marker

       Dengan menekan tombol ini, akan muncul tanda kapal sebagai kapal sendiri. Data posisi kapal akan muncul pada menu Objects.

  • Circle Marker

       Tanda ini berfungsi untuk mengestimasi besarnya gerombolan ikan atau dapat juga digunakan untuk mengindikasikan ukuran daripada purse seine.

  • Gear Symbol

       Tanda ini bisa digunakan untuk purse seine atau trawl, tergantung dari parameter yang dipilih dengan menekan tombol gear ini pada menu Set Up.

 

  • Gain

       Tombol ini untuk mencari gambar tampilan yang optimum dengan cara membesarkan atau mengecilkan sinyal echo yang diterima. terdapat 2 pilihan, yaitu horizontal dan vertikal

  • Range Control

       Ada 2 pilihan pengaturan jarak, yaitu secara horizontal dan vertikal.

  • Cursor

       Cursor hanya digunakan untuk opientasi gambar tampilan dan operasional menu.

  • Trackball

       Digunakan untuk menggerakkan cursor, seperti mouse pada komputer

  • Tilt

       Tombol ini adalah untuk menggerakkan dan mengarahkan transducer pada sudut kemiringan yang dikehendaki.

          Keuntungan menggunakan sonar adalah bahwa pergerakan target ikan yang terdeteksi dapat diikuti secara terus menerus, sedangkan pada sonar konvensional pada saat putaran sinyal sudah lewat, ada kemungkinan ikan sudah bergerak, sehingga pada putaran sinyal berikutnya target ikan sudah tidak terdeteksi lagi.

          Sedangkan kelemahannya adalah selain harganya cukup mahal, juga memerlukan ruangan yang cukup besar. Karena peralatannya cukup canggih sehingga sangat peka terhadap perubahan temperatur ruangan transducer, dan untuk menjaga agar temperatur ruangan tetap rendah, ruangan tersebut dipasang air conditioning.

 

4.3.4.   Radar

Radar merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging yaitu pesawat yang mengirimkan gelombang radio berupa pulsa-pulsa. Pulsa-pulsa yang dikirimkan tersebut, setelah mengenai target dengan kekerasan tertentu  (misalnya pantai) akan dipantulkan kembali ke kapal dan oleh ‘scanner’. Radar akan diterima gema pulsa tesebut. Setelah melalui penguatan, gema tersebut diubah menjadi video frequency, sehingga dapat ditampilkan pada layar Radar (CRT). Radar berfungsi untuk mengetahui keadaan di depan kapal waktu berlayar dalam keadaan kabut, gelap atau hujan lebat. Misalnya jika ada kapal dari arah lain maka akan terlihat pada layer radar  (Raemer, 1997).

Obyek pengamatan radar dapat berupa:  kapal, pulau, radar reflektor, pelampung rambu dan benda lainnya yang dapat memantulkan gelombang elektromagnetik, bahkan awan yang rendah serta hujanpun dapat dideteksi oleh radar.

a. Komponen radar

          Secara garis besar komponen radar tersusun antara lain: transmitter, scanner, receiver dan display unit.

  • Transmitter

       Transmitter (pemancar), adalah salah satu komponen radar yang menghasilkan pulsa gelombang elektromagnetik. Pulsa tersebut disalurkan ke scanner untuk selanjutnya dipancarkan keluar menuju obyek (target / sasaran).

          Pada transmitter terdapat tabung ”microwave oscilator” (dinamakan magnetron), yang menghasilkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi antara 3.000 ~ 10.000 MHz (Megahertz). Pada kapal perang digunakan frekuensi hingga mencapai 30.000 MHz.

  • Scanner

     Scanner merupakan antenna pemancar dan penerima pulsa (transmitter and receiver) gelombang microwave. Scanner bergerak berputar pada sumbunya menempuh putaran 360 derajat secara terus menerus dan berulang-ulang.  Sambil bergerak berputar, scanner memusatkan gelombang elektromagnetik dan memancarkannya secara terus menerus pada selang waktu tertentu menuju obyek. Pantulan (echo) geleombang elektromagnet yang dipantulkan oleh obyek kemudian diterima kembali pada scanner untuk selanjutnya diteruskan ke unit penerima (receiver).

  • Receiver

     Receiver berfungsi menerima dan memperkuat sinyal gelombang pantulan (echo) yang diperoleh dari obyek dan merubahnya menjadi sinyal listrik untuk kemudian diteruskan ke display unit.

  • Display Unit

     Display unit menerima sinyal yang dikirimkan oleh receiver, kemudian ditampilkan data obyek berupa gambar pada layar kaca yang terbuat dari tabung CRT (cathode ray tube). Layar tampilan pada tabung CRT tersebut dinamakan Position Plan Indicator (PPI). Pengamat dapat melihat atau mengamati keadaan obyek dari tampilan display unit ini berupa baringan dan jarak dari kapal pengamat ke obyek. Pada display unit ini dilengkapi dengan tombol-tombol yang berfungsi untuk mengoperasikan radar tersebut.

b. Cara pengoperasian radar

          Sejalan dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan, maka teknologi yang diterapkan pada radar semakin meningkat. Bermacam merk dan jenis radar dipasarkan dengan beraneka fasilitas teknologi yang ditawarkan, antara lain: bentuk radar, jenis-jenis tombol penyetel pun bervariasi. Namun demikian, walaupun bermacam-macam akan tetapi pada dasarnya cara penggunaannya terdapat suatu prosedur yang baku.

          Tombol pengatur yang terdapat pada display unit  radar:

  • Tombol Power

     Pada tombol power terdapat 3 arah tampilan yaitu tombol OFF, Stanby, ON. Pada posisi OFF aliran sumber tenaga (aliran listrik) yang menuju radar  diputuskan, sehingga seluruh komponen radar tidak bekerja. Posisi Stanby sumber tenaga yang menuju ke radar dialirkan, dan pada kedudukan tersebut aliran sumber tenaga dikendalikan oleh pengatur waktu (timer) untuk pemanasan  (warming up) seluruh komponen radar. Pada umumnya pemanasan memerlukan waktu antara 3-5 menit. Sebelum lampu indikator READY menyala, tombol power belum diijinkan diputar pada arah ON. Posisi ON; pada posisi ini seluruh komponen radar sudah siap untuk dioperasikan.

  • Brightness

     Tombol brightness merupakan pengatur terang atau gelapnya layar kaca (PPI) . Dengan memutar tombol searah jarum jam, maka tampilan lingkaran jarak, garis baringan dan obyek dapat dilihat  pada PPI.

  • Sensitivity

     Tombol sensitivity (kepekaan), adalah untuk mengatur kepekaan penerimaan receiver. Dengan memutar tombol ini searah jarum jam, display unit akan mengatur kepekaannya untuk menghilangkan tampilan gambar yang kotor (noise) agar layar PPI dapat menampilkan gambar yang jelas.

  • Tuning

     Tombol tuning berfungsi untuk mengatur penerimaan echo dari obyek yang akan ditampilkan. Untuk maksud tersebut, diupayakan jarum penunjuk tuning (tuning meter) menunjuk pada tanda optimum, agar tampilan gambar pada PPI sempurna.

  • STC (Sea Turned Control)

     Pada saat cuaca buruk, ketika sedang melakukan pelayaran dilaut permukaan gelombang laut dapat terdeteksi oleh radar dan tergambar pada PPI, yang menyebabkan tampilan obyek terkadang tertutup oleh pantulan gelombang laut tersebut. Dengan mengatur tombol STC, maka kepekaan penerimaan refleksi sinyal permukaan laut diperlemah, sehingga tampilan gambar obyek menjadi lebih jelas.

  • FTC (Fog Turned Control)

     Ketika awan gelap dan rendah, atau hujan lebat maupun salju tampak pada tampilan layar PPI, maka pengamat menjadi sulit untuk mengidentifikasi gambar obyek pada PPI. Dengan mengatur tombol FTC, maka kepekaan penerimaan pantulan dari hujan, awan ataupun salju dapat dikurangi, sehingga tampilan gambar obyek menjadi lebih jelas.

  • Cursor

Cursor digunakan untuk memutar piringan penunjuk arah baringan (azimuth) kapal terhadap obyek pada layar PPI.

 

 

 

  • Ring Marker

Tombol ini berfungsi untuk menampilkan lingkaran jarak dari pada PPI. Dengan mengetahui jarak yang terdapat pada PPI tersebut, maka pengamat dapat menduga berapa jarak dari pengamat ke obyek tersebut.

  • VRM (Variable Ring Marker)

         Dengan mengatur tombol ini dapat menduga jarak dan arah baringan dari pengamat terhadap obyek.

            Kelemahan dari Radar antara lain:

1.  Merupakan teknologi yang lambat dalam penyajian data

2. Merupakan suatu sinyal yang di pantulkan oleh kedua obyek harus di terima antena secara terpisah

3.  Spektum elektromagnetik dalam kondisi yang stabil

Keunggulan dari Radar antara lain:

1.  Mampu menyajikan data yang akurat

2.  Sistim penggunaan radar , satelit , wahana semakin canggih

3.  Teknolgi penerapan radar , satelit , wahana.

4.  Obyek penentuan dapat di sajikan

         Ada banyak keuntungan penggunaan radar untuk remote sensing. Sensor radar tersedia pada semua kapabilitas cuaca sebagaimana energi gelombang mikro menembus awan dan hujan, biarpun, hujan menjadi sebuah faktor pada radar wavelength < 3 cm. Sensor radar merupakan system penginderaan jauh yang aktif (active remote sensing system), independen terhadap cahaya matahari, menyediakan sumber energi sendiri, dan juga mampu menyediakan kemampuan pada siang/malam.

4.3.5.   GPS

            Global Positioning System atau lebih dikenal dengan singkatannya yaitu GPS adalah suatu sistem navigasi  berdasarkan penghitungan satelit yang mempunyai  ketepatan tinggi. Pertama kali peralatan ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk kepentingan militer, akan tetapi pada saat sekarang sudah digunakan secara luas untuk keperluan komersial maupun rekreasi.

Pada saat keadaan tersedia penuh, bumi diliput oleh suatu konstelasi satelit yang   terdiri  dari 24 buah, ditempatkan menyebar pada ketinggian mendekati 20.000 km pada orbit bumi yang beredar secara terus menerus memancarkan keseluruh penjuru dunia, mengenai posisi, cuaca, waktu dan informasi kecepatan kepada seluruh pesawat penerima GPS.  Jadi fungsi pesawat penerima GPS adalah untuk mengetahui letak atau posisi alat ini (pesawat penerima GPS) secara akurat, yaitu berdasarkan letak koordinat bumi atau perpotongan antara garis bujur dan garis lintang (Longitude and Latitude Coordinate).

Untuk dunia perikanan khususnya, pesawat penerima GPS ini sangat berguna karena dapat dimanfaatkan antara lain untuk:

  • Menentukan posisi kapal.
  • Mencari kembali posisi yang telah dilalui.
  • Menyimpan posisi/ koordinat pemasangan alat tangkap ikan seperti: bubu, gillnet, longline, dsb.
  • Menentukan arah haluan kapal dengan haluan sejati, sehingga tidak perlu menghitung variasi maupun deviasi sebagaimana pada kompas magnet

Cara pesawat penerima GPS menentukan posisinya ialah dengan menerima pancaran dari 3 (atau 4) satelit pada garis pandangnya dengan langkah – langkah dasar sebagai berikut:

  • Satelit GPS secara terus menerus memancarkan data orbitnya yang sangat tepat yang disebut ephemeris. Dengan data ini pesewat penerima GPS langsung menghitung posisi satelit.
  • Pesawat penerima GPS menghitung jaraknya terhadap satelit-satelit secara akurat.
  • Lokasi-lokasi satelit berikut jarak-jaraknya dari pesawat penerima GPS dapat diketahui. Pesawat GPS menetapkan posisinya sendiri terhadap satelit dengan bentuk sudut segitiga.

Hampir sama dengan alat penginderaan jarak jauh lainnya seperti Radar, dimana untuk menetapkan posisi yang paling akurat yang akan diperoleh jika diantara obyek-obyek sasaran mempunyai sudut pandang mendekati 90º satu sama lain dari posisi kita.  Begitu pula dengan GPS, secara umum bahwa semakin jauh letak satu satelit dengan satelit lainnya maka ketepatan posisinya akan lebih tinggi.

a. Bagian-bagian GPS

Pada umumnya pesewat GPS terdiri dari 2 bagian / unit:

  1. 1.    Unit Antena

Bentuknya beragam, ada yang berbentuk tabung, bentuk setengah bulat piringan tebal bahkan ada yang berbentuk bola besar.

 

 

  1. 2.    Unit Display

Pada umumnya bentuk display berupa layar monitor (LED) kecil berikut papan tombol (keyboard) nya menjadi satu. ( namun ada beberapa pabrikan yang memproduksi GPS yang bagian display dan antenanya menjadi satu, bahkan ada pula yang berukuran saku).

b. Pemasangan pesawat penerima GPS dikapal

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam penerimaan sinyal satelit pada pesawat penerima GPS, maka pemasangan unit antenna maupun unit display sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. 1.   Unit Antena
  • Dipasang jauh dari sorotan scanner Radar, karena sorotan Radar akan menghalangi penerimaan sinyal satelit GPS.
  • Pastikan bahwa lokasi disekitar antenna tidak menutupi garis pandang kearah satelit.  Benda-benda  disekitar antenna seperti tiang kapal, atau cerobong asap dapat menghalangi penerimaan sinyal satelit GPS.
  • Memasang antenna setinggi mungkin, hal ini juga akan menjaga dari percikan air laut.

2.   Unit Display

  • Tempatkan unit display jauh dari sengatan matahari langsung, karena panas tersebut akan menjalar ke bagian dalam kabinet dan akan membuat komponen-komponen didalamnya bekerja tidak normal.
  • Suhu dan kelembaban disekitar display harus stabil dan sedang.
  • Tempatkan display jauh dari pipa knalpot dan lubang angin.
  • Perlu adanya sirkulasi udara yang cukup.
  • Penempatan pemasangan unit display diusahakan dilokasi yang getarannya seminimal mungkin.

c. Pengoprasian GPS

     Pada saat tombol  Power ditekan (on) , unit display tidak langsung mengeluarkan tampilan posisi sekarang, namun harus menunggu kurang lebih 2 menit untuk proses pencarian almanac (data yang berisi informasi orbit) yang dipancarkan oleh satelit-satelit GPS.  Setiap satelit selalu memancarkan data orbit dirinya sendiri serta perkiraan data orbit hampir semua satelit GPS yang ada. Kemudian baru penerimaan awal almanac sekitar beberapa puluh detik. Proses  tersebut secara keseluruhan akan memerlukan waktu  2 – 3 menit. Setelah itu Unit Display akan menampilkan beberapa informasi pada layar LCD yang antara lain mengenai:

  1. Waktu (Time)

Menerangkan waktu saat ini berdasarkan waktu internasional (UTC). Untuk penggunaan waktu local (Local Mean Time) dapat disesuaikan dengan cara yang biasanya diuraikan melalui fungsi tombol menu.

  1. Posisi

Menerangkan posisi saat ini yang merupakan koordinat garis lintang dan garis bujur (Latitude and Longitude) dari pesawat penerima GPS ini berada. Contoh:  34º 44’ 321 N 35º 21’ 567 E. Ini menunjukkan bahwa kapal berada pada koordinat (perpotongan) antara garis Lintang Utara 34 derajat  44,321 menit dengan garis Bujur Timur 35 derajat 21,567 menit.

 

 

  1. Haluan (Course)

Menerangkan haluan kapal saat ini. Contoh :  C =123º, berarti kapal bergerak/ berjalan dengan arah haluan  sejati 123˚.

  1. Kecepatan (Speed)

Menerangkan kecepatan kapal saat ini, tertulis dalam satuan knot (KT). Informasi tersebut diatas tampil pada layar display sebagai tampilan standard atau sama dengan tampilan pada tombol “pos”.

  1. Papan tombol (keyboard)

4.3.6.   Ruang Simulator

            Dalam ruangan simulator didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai sekali dengan aslinya seperti kita sedang menjadi nakhoda kapal dengan layout yang mirip dengan keadaan dipelabuhan  Tanjung emas. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat pembelajaran bagi para pemula ABK kapal sebelum mengoperasikannya dilautan. Isi dari ruangan navigasi di setting sedemikian rupa sehingga tempat seperti keadaan sebenarnya dilapangan. Alat yang terdapat di ruang simulator  diantaranya: ARPHA, sounder, sonar, poanning (kontrol panel kemudi), peta laut, fish finder, GPS, dan air disc (peta elektonik).

  

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: